Sabtu, 30 Januari 2016

Etika Bangsa Ini!

Standard

Kenapa  yah  setiap  kali  saya  nonton  acara  berita  di  tv  atau  baca  artikel  di  koran  yang membahas politik dan ekonomi negara,   semakin kesini permasalahannya  menjadi semakin ruwet? Padahal  di negara  lain sebaliknya,  semakin  kesini  sepertinya  malah  menjadi  semakin  maju  entah dalam ekonominya,  politik atau pengaturan  sistem transportasinya?  Entah. Padahal Indonesia   kan negara yang kaya hasil bumi, dan semestinya rakyatnya   itu hidup berbahagia  dan enggak ada yang hidup  dalam  kemiskinan  serta  kekurangan. Tapi mengapa masih ada aja rakyat kita yang masih busung lapar, hidup miskin karena menganggur, dan lain sebagainya.

Menurut saya permasalahan  itu terjadi karena kehidupan masyarakat  Indonesia sehari-hari sudah  tidak lagi menggunakan  etika.  Enggak  usah jauh-jauh  deh dengan  melihat  masalah  korupsi Gayus, nazarudin dan lain-lain, coba aja tengok kehidupan sehari-hari di daerah kota tempat tinggal kita sendiri. Ngerasa kan bahwa kehidupan  masyarakat Jakarta semakin kesini menjadi nggak beretika dimana sikap masyarakatnya menjadi egois satu sama lain dan berfikiran “money oriented”. Mungkin  nggak sih gara-gara  menjamurnya  Mall-mall  di Jakarta,   banyaknya  motor yang mesti dikasih  minum  bensin,  atau  makin  perlunya  HP  kita  diisi  voucher,  etika  masyarakat  kita  menjadi semakin  bermasalah?  Atau sebaliknya?    Tapi menurut  gue masalah  itu sih belum  seberapa.  Yang jauh lebih memprihatinkan adalah ketika permasalahan etika ini juga merambat ke masalah-masalah pendidikan seperti halnya jual beli bocoran soal UAN kemaren hingga masalah prostitusi pelajar yang merelakan harga dirinya bisa dibeli dengan uang? Wah bagaimana ini, Parah betul! Lalu bagaimana sikap kita sebagai  generasi penerus  melihat  kondisi ini? Apakah kita hanya bisa diam saja melihat parahnya   moral   dan  etika  bangsa   ini!  Dan  apakah   kita  hanya   mau  bertindak   seperti   “para pecundang”  yang  jadi banci  tampil  di TV-TV  yang  kerjaannya  hanya  bisa  menyalahkan  pemimpin yang tak beretika?

Oke  sekarang  kita  liat  aja  dari  pengalaman  sehari-hari  yang  kita  lihat,  dengar  atau  rasa. Sering kan kita menemui contoh kasus dimana tindakan orang-orang disekitar kita menjadi semakin tidak beretika dan bahkan kita sudah enggak tau lagi cara mengatasinya karena mungkin bagi orang lain  tindakan  nggak  beretika  tersebut  dianggap  tindakan  yang  wajar-wajar   saja  karena  sudah menjadi  kebiasaan.  Seperti  halnya  dengan  pelajar  yang suka menentang  dan mencemooh  guru di sekolah. Kalo di belakangnya sih masih wajar, tapi bagaimana jika di depan muka gurunya langsung? Bagi saya tindakan tersebut adalah tindakan yang enggak beretika. Tapi mungkin tidak bagi yang lain yang merasa bahwa: “Kan Guru gua yang gaji”, Gua Bayar sekolah disini”. Meski cara dia mengajar tidak  mudah  untuk  dimengerti   atau  dipahami,  tapi  kan  setidaknya   sebagai  pelajar  kita  harus menghargai dia sebagai guru. Karena itu adalah etika seorang murid kepada gurunya.

Nah peristiwa  itu bisa ngebuktiin  pada kita bahwa  etika zaman  sekarang  itu sudah parah. Dan  apa mungkin pada zaman yang akan datang etika bangsa ini semakin merosot dan lama-lama musnah? Dimana pelajar akan semakin menindas guru, anak akan semakin melawan orang tua. Ya ampun! Seandainya saja kita para penerus bangsa selalu termotifasi dan mau berfikir terhadap pemasalahan ini. Atau santai-santai saja Karena toh di masa yang akan datang gua nggak punya cita- cita jadi guru yang bisa di cemooh ama murid gua. Tapi bagaimana dengan cita-cita yang lain? Apa elo semua mau jadi orang tua yang selalu dilawan sama anaknya? Haha.

0 komentar:

Posting Komentar