Kenapa yah setiap kali saya nonton acara berita di tv atau baca artikel di koran yang membahas politik dan ekonomi negara, semakin kesini permasalahannya menjadi semakin ruwet? Padahal di negara lain sebaliknya, semakin kesini sepertinya malah menjadi semakin maju entah dalam ekonominya, politik atau pengaturan sistem transportasinya? Entah. Padahal Indonesia kan negara yang kaya hasil bumi, dan semestinya rakyatnya itu hidup berbahagia dan enggak ada yang hidup dalam kemiskinan serta kekurangan. Tapi mengapa masih ada aja rakyat kita yang masih busung lapar, hidup miskin karena menganggur, dan lain sebagainya.
Menurut saya permasalahan itu terjadi karena kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari sudah tidak lagi menggunakan etika. Enggak usah jauh-jauh deh dengan melihat masalah korupsi Gayus, nazarudin dan lain-lain, coba aja tengok kehidupan sehari-hari di daerah kota tempat tinggal kita sendiri. Ngerasa kan bahwa kehidupan masyarakat Jakarta semakin kesini menjadi nggak beretika dimana sikap masyarakatnya menjadi egois satu sama lain dan berfikiran “money oriented”. Mungkin nggak sih gara-gara menjamurnya Mall-mall di Jakarta, banyaknya motor yang mesti dikasih minum bensin, atau makin perlunya HP kita diisi voucher, etika masyarakat kita menjadi semakin bermasalah? Atau sebaliknya? Tapi menurut gue masalah itu sih belum seberapa. Yang jauh lebih memprihatinkan adalah ketika permasalahan etika ini juga merambat ke masalah-masalah pendidikan seperti halnya jual beli bocoran soal UAN kemaren hingga masalah prostitusi pelajar yang merelakan harga dirinya bisa dibeli dengan uang? Wah bagaimana ini, Parah betul! Lalu bagaimana sikap kita sebagai generasi penerus melihat kondisi ini? Apakah kita hanya bisa diam saja melihat parahnya moral dan etika bangsa ini! Dan apakah kita hanya mau bertindak seperti “para pecundang” yang jadi banci tampil di TV-TV yang kerjaannya hanya bisa menyalahkan pemimpin yang tak beretika?
Oke sekarang kita liat aja dari pengalaman sehari-hari yang kita lihat, dengar atau rasa. Sering kan kita menemui contoh kasus dimana tindakan orang-orang disekitar kita menjadi semakin tidak beretika dan bahkan kita sudah enggak tau lagi cara mengatasinya karena mungkin bagi orang lain tindakan nggak beretika tersebut dianggap tindakan yang wajar-wajar saja karena sudah menjadi kebiasaan. Seperti halnya dengan pelajar yang suka menentang dan mencemooh guru di sekolah. Kalo di belakangnya sih masih wajar, tapi bagaimana jika di depan muka gurunya langsung? Bagi saya tindakan tersebut adalah tindakan yang enggak beretika. Tapi mungkin tidak bagi yang lain yang merasa bahwa: “Kan Guru gua yang gaji”, Gua Bayar sekolah disini”. Meski cara dia mengajar tidak mudah untuk dimengerti atau dipahami, tapi kan setidaknya sebagai pelajar kita harus menghargai dia sebagai guru. Karena itu adalah etika seorang murid kepada gurunya.
Nah peristiwa itu bisa ngebuktiin pada kita bahwa etika zaman sekarang itu sudah parah. Dan apa mungkin pada zaman yang akan datang etika bangsa ini semakin merosot dan lama-lama musnah? Dimana pelajar akan semakin menindas guru, anak akan semakin melawan orang tua. Ya ampun! Seandainya saja kita para penerus bangsa selalu termotifasi dan mau berfikir terhadap pemasalahan ini. Atau santai-santai saja Karena toh di masa yang akan datang gua nggak punya cita- cita jadi guru yang bisa di cemooh ama murid gua. Tapi bagaimana dengan cita-cita yang lain? Apa elo semua mau jadi orang tua yang selalu dilawan sama anaknya? Haha.

0 komentar:
Posting Komentar