Minggu, 17 Januari 2016

Ibarat Buah Huni

Standard

Tumbuh bersama tanpa menjauh
Saling merekat saling mendekat
Tumbuh bersama dibalik jutaan batang pohon
Hai engkau langkah ku bersamanya

Geriku bersamanya
Tawaku bersamanya
Ketika kau jatuh, ku rangkul agar bangkit
Bak topangan sebuah rancatan yang kokoh

Tanpa goyang ataupun patah
Kau selalu memahami satu sama lain
Tak kala semua 180 derajat berputar
Kau yang hendak menjauh

Bahkan kalaku jatuh kau bahagia
Mana kau yang selalu membangkitkanku
Semua rontok berai dimana kokohnya
Eratnya genggaman kita, hanya masam

Ketika semua terkuak, akan kah ingin
Bahagiaku untuk mu
Kau berselimut dengan pintarnya
Kau tajamkan gerikmu

Bukan pisau yang membuat ku terluka
Matamu, mulutmu,
Yang membelah menyayat
Kata tajam mu paku yang menancap

Hey.. engkau yang dulu
Manismu kini menjadi masam
Cantikmu kini ibarat
Buah huni yang merah merona
Namun sukma mu masam

0 komentar:

Posting Komentar