Jumat, 29 Januari 2016

Peka Itu Pilihan

Standard
Pada tau nggak sih peka itu apa? Kalo dari kamus besar bahasa indonesia atau KBBI kata peka termasuk ke dalam kata sifat atau adjective dalam bahasa inggris yang diartikan sebagai:  Pertama sebuah perasaan sensitif atau cepat menerima rangsangan. Kedua  sebuah sifat dalam peralatan yang menyebabkannya  menjadi mudah terangsang dan bergerak (ups bukan porno yah!) melainkan mengacu pada sifat mekanis peralatan seperti pada neraca atau timbangan dan lain sebagainya. Atau bisa juga mengacu pada definisinya yang Ketiga yaitu sifat suatu benda yang mudah sekali menerima dan cepat bereaksi terhadap suatu perubahan kimiawi. Coba aja tanya anak IPA apa contoh benda dan reaksi kimianya apa. hehe
 
OK sekarang saya akan balik lagi ke persoalan “Peka” yang ingin saya bicarakan sama kalian. Begini. Bukankah terkadang kita suka merasa sendiri dan merasa masalah kita lah yang paling besar dan menyedihkan?  Padahal tanpa kita sadari lebih banyak orang-orang bahkan disekitar kita sendiri yang mungkin masalahnya jauh lebih dahsyat dari kita, hingga penuh  isi  inboxnya,  dan  layak  masuk  insert  investigasi  setelah  masalah  Meninggal karna kopi (lebay mode: On!). Kurangnya kepekaan terhadap lingkungan jelas membuat kita menjadi orang yang egois, yang hanya memikirkan diri sendiri dan menilai segala sesuatunya dari cara kita menilai. Padahal kan kita tau bahwa setiap orang itu pasti punya latar belakang dan karakter  yang berbeda-beda.  Bagaimana  mungkin  sih kita bisa bilang  ke orang yang mungkin pernah curhat ama kita kayak: “Elo tu cemen banget sih? Masa gara-gara dapet 6 aja bingung, Gua aja yang dah remed dan masih dapet 4 aja nyantai”, atau  “parah banget sih lo masa gara-gara ditolak cewek doing sampe bolos kuliah begitu!” Tanpa  kita pahami lebih dulu sebenernya orang yang coba curhat sama kita itu punya latar belakang kehidupan dan karakter seperti apa.
 
Memang  susah  banget  untuk  menjadi  peka,  dan Anda semua  nggak  mesti  juga  jadi orang  yang peka  karena  menjadi  orang  yang peka  itu pilihan.  Pilihan  yang diambil  oleh orang-orang  yang  sadar  bahwa  kehidupannya  tidak  dibatasi  oleh  imajinasi  yang  muncul dalam kepalanya saja. Pilihan yang diambil oleh orang-orang yang mau belajar mensyukuri terhadap nikmat Tuhan yang ada disekitar dia. Dan yang terpenting Pilihan orang-orang yang mau peduli terhadap apa yang ada di sekitarnya, entah itu dengan  orang-orang seperti teman, keluarga, tetangga maupun kondisi lingkungan dan mau merubahnya kearah yang lebih baik..Tapi jika kalian mau menjadi orang yang hanya hidup dalam bayang-bayang  fikiran sendiri,   tidak  mau  mensyukuri   nikmat   tuhan,  dan  tidak  mau  peduli  dengan   kondisi longkungan sekitar. Silahkan. Itu pilihan kalian.
 
Lewat  tulisan  ini  saya  ingin  mengajak  kalian  mau  belajar  menjadi  orang  peka bersama saya supaya kita dapat saling memotivasi sehingga kemauan dan usaha saya untuk menjadi lebih kuat lagi. Saya tak mau menjadi orang egois dan nggak mau peduli sama penderitaan  orang  lain.  Sebaliknya  saya  mau  menjadi  orang-orang  yang  nyaman  untuk didekati dan mendekati orang lain walau tampang dan duit saya pas-pasan. Hahaha. BTW, Saya percaya kok bahwa mengasah kepekaaan itu dapat membuat kita menjadi orang yang hebat !! percaya deh sama gua. Sumpah!

0 komentar:

Posting Komentar