
Pada tau nggak sih peka itu apa? Kalo dari kamus besar bahasa indonesia atau KBBI kata peka termasuk ke dalam kata sifat atau adjective dalam bahasa inggris yang diartikan sebagai: Pertama sebuah perasaan sensitif atau cepat menerima rangsangan. Kedua sebuah sifat dalam peralatan yang menyebabkannya menjadi mudah terangsang dan bergerak (ups bukan porno yah!) melainkan mengacu pada sifat mekanis peralatan seperti pada neraca atau timbangan dan lain sebagainya. Atau bisa juga mengacu pada definisinya yang Ketiga yaitu sifat suatu benda yang mudah sekali menerima dan cepat bereaksi terhadap suatu perubahan kimiawi. Coba aja tanya anak IPA apa contoh benda dan reaksi kimianya apa. hehe
OK sekarang saya akan balik lagi ke persoalan “Peka” yang ingin saya bicarakan sama kalian. Begini. Bukankah terkadang kita suka merasa sendiri dan merasa masalah kita lah yang paling besar dan menyedihkan? Padahal tanpa kita sadari lebih banyak orang-orang bahkan disekitar kita sendiri yang mungkin masalahnya jauh lebih dahsyat dari kita, hingga penuh isi inboxnya, dan layak masuk insert investigasi setelah masalah Meninggal karna kopi (lebay mode: On!). Kurangnya kepekaan terhadap lingkungan jelas membuat kita menjadi orang yang egois, yang hanya memikirkan diri sendiri dan menilai segala sesuatunya dari cara kita menilai. Padahal kan kita tau bahwa setiap orang itu pasti punya latar belakang dan karakter yang berbeda-beda. Bagaimana mungkin sih kita bisa bilang ke orang yang mungkin pernah curhat ama kita kayak: “Elo tu cemen banget sih? Masa gara-gara dapet 6 aja bingung, Gua aja yang dah remed dan masih dapet 4 aja nyantai”, atau “parah banget sih lo masa gara-gara ditolak cewek doing sampe bolos kuliah begitu!” Tanpa kita pahami lebih dulu sebenernya orang yang coba curhat sama kita itu punya latar belakang kehidupan dan karakter seperti apa.
Memang susah banget untuk menjadi peka, dan Anda semua nggak mesti juga jadi orang yang peka karena menjadi orang yang peka itu pilihan. Pilihan yang diambil oleh orang-orang yang sadar bahwa kehidupannya tidak dibatasi oleh imajinasi yang muncul dalam kepalanya saja. Pilihan yang diambil oleh orang-orang yang mau belajar mensyukuri terhadap nikmat Tuhan yang ada disekitar dia. Dan yang terpenting Pilihan orang-orang yang mau peduli terhadap apa yang ada di sekitarnya, entah itu dengan orang-orang seperti teman, keluarga, tetangga maupun kondisi lingkungan dan mau merubahnya kearah yang lebih baik..Tapi jika kalian mau menjadi orang yang hanya hidup dalam bayang-bayang fikiran sendiri, tidak mau mensyukuri nikmat tuhan, dan tidak mau peduli dengan kondisi longkungan sekitar. Silahkan. Itu pilihan kalian.
Lewat tulisan ini saya ingin mengajak kalian mau belajar menjadi orang peka bersama saya supaya kita dapat saling memotivasi sehingga kemauan dan usaha saya untuk menjadi lebih kuat lagi. Saya tak mau menjadi orang egois dan nggak mau peduli sama penderitaan orang lain. Sebaliknya saya mau menjadi orang-orang yang nyaman untuk didekati dan mendekati orang lain walau tampang dan duit saya pas-pasan. Hahaha. BTW, Saya percaya kok bahwa mengasah kepekaaan itu dapat membuat kita menjadi orang yang hebat !! percaya deh sama gua. Sumpah!
0 komentar:
Posting Komentar